Pengertian dan Penggunaan Kontrak Lumpsum Dalam Pelelangan

Dipublikasi oleh Barjas Info pada Pengertian dan Penggunaan Kontrak Lumpsum  - kontrak adalah suatu persetujuan antara dua orang atau lebih yang menimbulkan kewajiban untuk melakukan atau tidak melakukan tindakan secara sebagian. Dilakukan oleh pihak-pihak yang berkompeten dalam kesepakatan yang saling menguntungkan… dokumen tertulis yang berisi persetujuan dari para pihak, dengan syarat dan ketentuan sebagai bukti dari segala kewajiban. (Black’s Law Dictionary). Dalam perpres 70 Tahun 2012 disebutkan bahwa Kontrak Pengadaan Barang/Jasa yang selanjutnya disebut Kontrak adalah perjanjian tertulis antara PPK dengan Penyedia Barang/Jasa atau pelaksana Swakelola.

Jenis Kontrak dalam Perpres 70 Tahun 2012 : Jenis kontrak dijelaskan lengkap dalam pasal 50 seperti ini:
  1. PPK menetapkan jenis Kontrak Pengadaan Barang/Jasa dalam rancangan kontrak.
  2. Kontrak Pengadaan Barang/Jasa meliputi :
    1. Kontrak berdasarkan cara pembayaran;
    2. Kontrak berdasarkan pembebanan Tahun Anggaran;
    3. Kontrak berdasarkan sumber pendanaan; dan
    4. Kontrak berdasarkan jenis pekerjaan.
  3. Kontrak Pengadaan Barang/Jasa berdasarkan cara pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a, terdiri atas:
    1. Kontrak Lump Sum;
    2. Kontrak Harga Satuan;
    3. Kontrak gabungan Lump Sum dan Harga Satuan;
    4. Kontrak Persentase; dan
    5. Kontrak Terima Jadi (Turnkey).
  4. Kontrak Pengadaan Barang/Jasa berdasarkan pembebanan Tahun Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b, terdiri atas:
    1. Kontrak Tahun Tunggal; dan
    2. Kontrak Tahun Jamak.
  5. Kontrak Pengadaan Barang/Jasa berdasarkan sumber pendanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c, terdiri atas:
    1. Kontrak Pengadaan Tunggal;
    2. Kontrak Pengadaan Bersama; dan
    3. Kontrak Payung (Framework Contract).
  6. Kontrak Pengadaan Barang/Jasa berdasarkan jenis pekerjaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d, terdiri atas:
    1. Kontrak Pengadaan Pekerjaan Tunggal; dan
    2. Kontrak Pengadaan Pekerjaan Terintegrasi.
Dalam Pasal Pasal 51 Perpres 70 Tahun 2012 disebutkan bahwa : 
Kontrak Lump Sum merupakan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu sebagaimana ditetapkan dalam Kontrak, dengan ketentuan sebagai berikut:
a. jumlah harga pasti dan tetap serta tidak dimungkinkan
penyesuaian harga;
b. semua risiko sepenuhnya ditanggung oleh Penyedia
Barang/Jasa;
c. pembayaran didasarkan pada tahapan produk/keluaran yang
dihasilkan sesuai dengan isi Kontrak;
d. sifat pekerjaan berorientasi kepada keluaran (output based);
e. total harga penawaran bersifat mengikat; dan
f. tidak diperbolehkan adanya pekerjaan tambah/kurang.


Jadi pertimbangkan apakah kontrak Lumpsump Cocok untuk pengadaan yang saudara harapkan.  

Share on :
Pengertian dan Penggunaan Kontrak Lumpsum Dalam Pelelangan
Penulis : ZULSYIDDIN, SHI
Published : 2013-02-18T19:49:00+07:00
Rating : 4.9
Reviewer : 100 Reviews
Semoga artikel Pengertian dan Penggunaan Kontrak Lumpsum Dalam Pelelangan Bisa Bermanfaat. Sobat bisa Copy Paste halaman ini dengan Meletakkan URL http://www.perencana.info/2013/02/pengertian-dan-penggunaan-kontrak.html Sebagai sumber Resmi.
Pendidikan di Indonesia Copyright © 2012 Theme By:
Blogger Pemula